…
perlahan kuuntai satu asa, ada yang terselip meskipun terlihat samar
perjalanan ini telah menguras sekian banyak energiku
aku terperosok bersama bayang bimbang
ugh, dimanakah kau kini berada? saat satu asa yang terbangun mengharap kedamaian
cintailah aku semampumu
karena cinta tak terbayang panorama hari lalu tak akan lagi memabukkanku
janji itu telah tercecer sepanjang nafas
tak kan kutengok meski keinginan membuncah di dada
janji tetaplah janji
akan ada seribu janji meski kau buang butirnya satu demi satu
aahhhh…
lelap sudah tidurmu
dalam pangkuan malam berselimutkan tangis pedih
meski pelukku kaurasakan hambar
asaku masih juga kau rengkuh
tanpa lagi kata
tanpa suara
hanya sisa tangis atas luka yang tergores
cintai aku semampumu, sayang
atau jika perlu pukullah aku dengan senyummu
waktu yang kuberikan memang jauh atas rasa
menyingkirkan cinta
sejuta harapku tak akan kau dengar, aku tahu..
tapi asaku masih bersama dihatimu
bila ada lagi
satu titik asa untukku, satu pengharapan, satu kesempatan
kan kubuai dirimu dalam cinta
berpeluk rindu
kau adalah belahan jiwa, pualam hatiku
yang akan selalu bersinar hingga nafas ini tak lagi dalam panggulanku
“karena aku mencintaimu…“




mengamankan pertamax dulu
salam kenal n ditunggu kunjungan baliknya makasih
Hah…??? (pura-pura kaget..) sudah muncul lagi toh, mbak upik….???
mbak upik, cinta kenuzi50 sudah full…
selamat malam .
kunjungan perdana untuk jalin tali silaturahmi semoga di perkenankan .
salam kenal dari Bandung
ikut menikmati puisi disini
numpang duduk di pelataran, siapa tahu yang empunya blog merasa, kalau ada seseorang yang lagi kangen…