Belakangan ini orang marak membicarakan tentang Facebook, bahkan anak kecilpun ikut-ikutan membuat account Facebook. Meskipun dengan itu harus memalsukan identitas terutama tahun lahir. *ralat dikit, banyak orang yang justru memudakan dirinya atau bahkan tidak mencantumkan tahun lahir agar tidak keliatan tua…. jiiiaaahhhh…
Sah-sah saja jika itu dilakukan, toh semua itu hanyalah satu situs pertemanan di dumay *baca lengkap dunia maya.. bukan luna maya.
Mengobral kata, merangkai rayuan bahkan berusaha mempraktekkan kepintaran tipu menipu bukan hal yang baru dalam dumay. Namun banyak juga orang yang jujur, menggunakan nama asli, mencantumkan tanggal, tahun lahir sesuai dengan apa adanya, sedang mencari jodoh, mencari teman kencan, jomblo, mencantumkan alamat lengkap, bahkan mencantumkan ciri-ciri bahwa dia memiliki andeng-andeng.
Kematangan seseorang untuk mengapresiasikan dirinya melalui media online seperti Facebook sangatlah diperlukan. Facebook adalah sarana berintegrasi dengan teman. Bercanda, saling mengirimkan komentar bahkan bisa bercakap secara langsung. Aplikasi dalam Facebook pun semakin hari semakin bertambah, hingga membuat orang berlama-lama berkencan dengan laptop, pc, bahkan hape hanya untuk sekedar mojok bersama Facebook, hehehe… Kematangan sangat dibutuhkan karena tak jarang karena candaan yang kelewat batas bisa mengakibatkan salahpaham..
Lantas apa hubungannya dengan merapi? *Hemmm… duduk dulu yak? Mu minum apa? hallah, malah ngaco….
Hubungannya sangat erat sekali. Dengan Facebook orang seringkali membuat satu status, baik itu tentang apa yang dirasakan, apa yang dilihat, maupun kesehariannya. Ada juga yang membuat status hanya untuk fun.. melempar candaan dengan teman-temannya sehingga akan muncul komentar-komentar yang aneh maupun lucu
Status dalam Facebook pun pasti juga dapat melibatkan tentang berita sehari-hari, bertukar informasi seputar apa yang tengah terjadi baik dari diri sendiri maupun seputar lingkungan ibu-ibu PKK, hehehe… Berita tentang merapi pun tak kalah menjadi satu primadona. Saat merapi meletus, banyak facebookers menuliskan status dengan berita seputar merapi. Memberikan alamat-alamat situs seputar informasi merapi bahkan juga ada yang curhat berkenaan dengan penderitaan yang telah dialami karena meletusnya gunung merapi. Bahkan ada yang meng-upload gambar, peta, maupun foto-foto seputar merapi. Ini tentu akan sangat berguna bagi facebookers yang tidak pernah melihat tayangan tv *karena jam kerja dari pagi sampai malam.. atau karena memang tidak sempat.. melalui situs pertemanan bisa melangsungkan silaturahim sekaligus mendapatkan informasi yang berguna.
Ntah mana yang merasa diuntungkan? Facebook atau Merapi. Tentu semua saling menguntungkan dan saling mendukung. Dengan Facebook bisa mengakses seluruh informasi dari status maupun berita-berita yang dikirim teman. Merapi pun tak kalah menjadi lebih terkenal.
Ini berarti menambah satu point dari kebaikan Facebook, meskipun disisi lain tetap ada kelemahan yang harus kita sikapi…




