Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘asa’

berakhir segalanya, meski tak seindah khayalan tapi genap sudah kubicara caramu melunturkan rasaku mengendapkan keindahan tanpa makna inilah cinta, atau kata penuh cinta tak habis bersama pesona luruhmu jauh kumengambang memeluk ketakutan yang tak pernah tidur nyatanya masih juga harus kuhadirkan lakon lain saat peranmu absen bersama kekasih maya itu menyerah bendera putih telah kukibarkan [...]

Pergilah….

Posted: 2 April 2011 in kata dalam goresan, kata-kata
Tag:, , ,

Mungkin aku harus melepasmu bersama dekapan bidadari cantik dengan kerudungnya yang menjuntai indah tanpa harus menitikkan bertetes airmata atau isakan mengharukan mungkin aku harus merelakanmu menempa kedewasaan, mengulirkan asa dan keinginan untuk semakin maju mengkoarkan semangat bahwa kamu bisa hidup seribu tahun lagi menggenggam keberhasilan penuh senyum diwajahmu kusadari… cepat atau lambat ini akan terjadi [...]

Ada satu masa, kau akan mengerti.. hitam putih dunia ini adalah sementara ada saatnya, jiwamu kan berlabuh, pada satu jiwa yg terlengkapi senyumlah duhai cinta, tembangkan satu nyanyian indah dan mengerlinglah dengan indahnya kerjapan matamu biarkan bidadari disana tersipu merasakan cemburu atas rasa yang kauberikan matahari yang membinarkan kegagahan sinarnya seperti ku yang selalu menaungimu [...]

hujan..

Posted: 17 Oktober 2010 in kata dalam goresan, kataku
Tag:, , ,

hujan menderas, dari jendela kupandangi wajahmu yang menghabur disela kaca anganmu meretas masuk dalam asaku menggaungkan keindahan maya.. kutau, tak mampu membawamu dalam bahagia – kutau pasti tak perlu catatan penegas ikrar yang sudah terjadi bagiku kau tetap indah meski bukan yang terindah ini bukan puisi gombal, yang ada sejenak kupikirkan tentangmu hujanlah yang membawamu [...]

hanya puisi (2)

Posted: 23 Februari 2010 in kata-kata, kataku
Tag:, , ,

Kataku hilang, terperangkap dalam kedukaan wajah nan menyiratkan kerinduan kutak tahu, berapa banyak waktu yang mampu menunggu batasan ini telah menggaungkan semu, memaksaku pergi bibir itu pernah menyentuh kulit rasa tanpa pernah mampu kulepas bayangan silam merona dan menggeliatkan asa mengendap jauh aku membencimu.. karena tak mampu melupakanmu sementara kau tak akan pernah menengok kembali [...]

… perlahan kuuntai satu asa, ada yang terselip meskipun terlihat samar perjalanan ini telah menguras sekian banyak energiku aku terperosok bersama bayang bimbang ugh, dimanakah kau kini berada? saat satu asa yang terbangun mengharap kedamaian cintailah aku semampumu karena cinta tak terbayang panorama hari lalu tak akan lagi memabukkanku janji itu telah tercecer sepanjang nafas [...]

hanya puisi (1)

Posted: 13 Januari 2010 in kata dalam goresan, kataku
Tag:, , ,

bulan tlah memerah, mengantarkan keindahan panorama malam tlah kubangun satu harapan bersama sepi entah berapa lama aku tergugu disini tuk menunggu tautan sampan hatimu yang masih melanglang jauh kau lihat, bulan disana mengibarkan senyumnya tak pernah sekalipun ia bersedih meskipun lara mendera

tetesan ini tak lagi menetes.. mengalir deras laksana air bah saat kucium wangi semerbak seribu bunga yang menyengat menyeruak bersama indahnya siluet nan menggoda ah.. kuingin lagi, lagi.. surgawi dunia yang memabukkan ini menggelorakan adrenalinku tuk bergulat kembali gila aku memang telah gila saat bertemu dengan seribu bunga yang terhampar dalam pualam fantasi mengajakku berpetualang [...]

Hari ini pada akhirnya keluar juga urutan Capres dan Cawapres yang telah ditunggu banyak orang. Seperti diulas dalam Detik.com dalam pengundian nomor urut, pasangan Mega-Prabowo mendapat nomor urut 1, SBY-Boediono mendapat nomor urut 2 dan terakhir Jusuf Kalla-Wiranto di urutan 3. Menanggapi hasil urutan yang ada, masing-masing kubu mulai mempersiapkan segala hal untuk Kampanye Capres-Cawapres [...]

Anakku sayang… Alfian Riza Alamsyah.. Tentu kau tidak akan pernah ingat, 9 tahun yang telah lalu Saat Ibu mempertaruhkan jiwa raga untuk dapat memberimu satu kesempatan Berlari dan mengembangkan dirimu dalam dunia fana yang keras ini Tangismu yang membahana, meluruhkan segala kesedihan dan kekhawatiran Memberikan asa dan semangat baru untuk dapat terus berjuang Demi untukmu